Haloo semua~
Haloo Jod~
Masih ingat postingan saya tentang Dear Bumi Hadiningrat ? Iyes, sebuah
catatan berisi kegundahan yang ditulis Jum’at malam dari jam sebelas sampai jam
setengah satu. Sebuah kontemplasi dan sedikit dialog dengan-Nya kenapa saya
masih belum sepenuhnya ikhlas untuk kuliah di sini (red: UNS). Sebuah
pertanyaan yang berlari-lari di otak “kenapa
harus disini? Jauh, sulit beradaptasi, dan sendiri. Kenapa?”
Semua pertanyaan dan kegundahan
malam itu terjawab sudah esok paginya Sabtu-Minggu 29 September 2012. Sebuah
kegiatan yang disebut-sebut sebagai training motivasi atau ESQ, dan jelas ada
hubungannya sama nangis-nangis dan tissue. Awalnya saya berfikir, mungkin ini
training motivasi sama seperti saat SMA dan saya sedikit meremehkan. “biasanya,
saya ngga nangis sama yang beginian”. Asli, sombong plus tengil ini anak
-_____- sampe ada di twitter:
Dan… setelah menjalani ESQ selama
satu hari...
Iya, saya nangis. Nangis
sejadi-jadinya, heheu *malu*. Tapi bener ya, baru kali ini saya ngrasa hati
saya dibolak balik Kita dibikin ketawa, nangis, ketawa, begitu terus
seharian. Terus kenapa saya nangis? Mungkin, karena saya jauh dari orang tua,
banyak dosa, dan yang jelas saya merasa ditampar berkali-kali dengan apa yang
dikatakan sama kak Yasin (trainernya). Subhanallah deh, beliau kayaknya sengaja
dikirim Tuhan untuk menjawab semua kegalauan saya malam sebelumnya. Dua di bawah
ini yang saya ingat, mungkin tidak sama persis dengan yang dituturkan beliau
karena saya lupa, tapi Insya Allah intinya sama:
“Mungkin
UNS adalah pilihan kedua, jangan pernah Anda merasa kecewa, karena ini semua
sudah menjadi Takdir-Nya. Seperti Firman Allah, daun yang gugur saja tidak akan
gugur Tanpa seijin-Nya, Allah tahu mana yang terbaik untuk kita”
“Jika
setiap Anda merasa malas untuk kuliah maka Anda sudah mengecewakan hati 149
orang yang tidak bisa masuk di UNS”
Subhanallah ya, saya juga jadi
ingat dengan Ayat Allah yang satu ini: “Jadi nikmat Tuhanmu yang mana yang akan
kamu dustakan?” Sungguh, jawabannya itu tidak ada. Saya baru menyadari, betapa
saya telah kufur akan Nikmat Allah untuk bisa berada di UNS, untuk bisa
merasakan kuliah. Saya membayangkan, bagaimana jika seandainya saya tidak
diterima dikedua pilihan saya ini, bukankah saya justru akan sangat teramat lebih
galau dari ini?
Selain itu, lagi-lagi saya merasa ditampar ketika kak Yasin bercerita
betapa Rasulullah itu sayang dan cinta pada umatnya. Sampai menjelang wafat
pun, beliau berkata “bagaimana nasib
umatku kelak ketika aku tidak ada?” Subhanallah, saya jadi teringat betapa
saya jarang bersalawat, dan cinta yang saya tanamkan untuk Rasulullah ternyata
masih sedikit. Tidak seperti beliau yang begitu mencintai umatnya.
Sebenarnya ESQ kemarin ngga hanya
bahas kuliah saja, tapi juga bahas tentang orang tua, dosa-dosa kita, pokoknya
semuanya. Dan inti yang saya dapat itu “semua harus diniatkan karena Allah,
jangan sampai kasih sayang ke manusia (bahkan orang tua sekalipun) lebih besar
dari pada ke Allah. Karena Allah adalah tujuan paling hakiki dalam hidup kita”
***
Oh ya, saat ESQ saya juga sempatkan
untuk membeli buku karya kak Yasin, judulnya “Membumikan Cinta: Sebuah Episode
Generasi PEnggenggam Peradaban”
Ngga lupa nih, mengabadikan momen bersama beliau yang sudah buka hati saya, heheu.
Dan ini adalah tandatangan plus Quotes yang beliau tulis sendiri di halaman pertama buat saya
Rindu mengarimu arti "kesabaran" :)
And... finally, terimakasih untuk ESQ yang membuat saya lebih ikhlas untuk kuliah di UNS. Terimakasih untuk UNS yang sudah menghadirkan ESQ buat saya dan teman-teman. Dan yang paling penting, terimakasih untuk Allah SWT yang sudah mengirim saya untuk kuliah di UNS.
Salam,
Diah Harni
Mahasiswa UNS'12






0 komentar:
Posting Komentar