Haloo semua~
Agak canggung ternyata setelah sekian lama ngga ngeblog
beginian. Ngga tau harus basa basi dari mana, ngga tau harus mulai dari mana.
Dan ngga tau harus kemana, karena aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang,
aku tanpamu… butiran debu…. *ini kenapa malah nyanyi*
Oh ya, FYI aja sih, saya sekarang lagi nulis sambil dengerin
lagunya Sandi Sandoro yang judulnya tak pernah padam, ditemani hujan, sebungkus
citos, segelas jus mangga yang pake susu coklat, dan tugas Makalah Psikologi
dan Kwarganegaraan yang
melambai-lambai-minta-buru-buru-dikerjain-tapi-saya-lebih-pilih-nulis-buat-blog.
Harusnya, kalau suasana
hujan-sendirian-dan-mata-menatap-nanar-kejendela adalah momen galau yang ngga
bisa dihindari. Tapi saya engga. Galau juga mau galau-in siapa coba? Abis jom…
ah sudahlah basa-basinya.
Catatan blog kali ini Cuma mau cerita-cerita dikit tentang
demo aja sih. Iyes, ini demo beneran, a.k.a unjuk rasa, a.k.a mengeluarkan
aspirasi. Jadi ceritanya, hari minggu kemaren Magang-ers BEM FISIP UNS baru aja
melakukan simulasi demo. FYI, Maga-ngers itu sebutan buat kita-kita yang mau
gabung di BEM sebelum oprec (Open Recruitment). Nah jadi biar kita tau
kira-kira gimana sih kegiatan dan seluk beluk kegiatan BEM, makanya kita ikut
magang dulu. Oke balik lagi ke simulasi demo. Jadi demo atau unjuk rasa
sebenernya bagian dari program kerja DepLu-nya BEM (Departemen Luar Negri). Nah
berhubung masih magang, kita demonya juga boong-boongan, yaitu simulasi demo. Nah
mau tau gimana simulasinya? Nih check this out:
- Sebelum demo, kita harus rapat dulu. Rapat yang ini hukumnya jelas wajib, kudu, fardhu pokoknya. Saat rapat kita membahas, latar belakang, tujuan, sususan acara demo dan pendapat kita tentang isu yang mau di-demo-in. Nah kan, semacam mau bikin proposal gitu ya? Padahal dulu ngiranya sih, kalo mau demo ya demo aja, ngga usah rapat gitu, heheu.
- Abis bahas latar belakang, tujuan, dan segala tetek bengeknya. Kita tinggal buat struktur organisasinya.Jadi, kita demo ngga asal jalan bareng-bareng terus teria-teriak ngga jelas. Di sini dibentuk yang namanya Korlap, narrator, border, tim kreatif, dan perkap. Yuk bahas satu-satu *niat abis nih yang nulis*
- Korlap
Kalau ibarat film mah, korlap ini ya sutradaranya. Jadi dia
yang ngatur segala sesuatunya dari mulai sebelum demo sampai sesudah demo. Dia
juga bertugas untuk bacain latar belakang dan tujuan kita demo pada saat sesi
pertama demo. Selain itu, selama perjalanan menuju tempat demo, dia juga yang
mengomandoni temen-temen untuk nge-yell atau nyanyi soundtracknya orang demo.
- Narrator,
Narrator ini merupakan beberapa orang dari temen-temen yang
demo yang mengeluarkan aspirasinya saat demo nanti.
- Border
Border itu tugasnya di belakang. Menjaga barisan demo
kalau-kalau ada penyusup masuk disitu. Karena ditakutkan, kalau ada orang asing
yang masuk, bisa aja dia jadi provokator untuk melakaukan sesuatu yang anarkis
- Tim Kreatif
Kalau tim kreatif, mereka bekerja saat sebelum demo. Tugasnya
bikin puisi atau drama (semacam pertunjukkan theatrical lah). Dengan adanya
puisi atau teatrikal ini, maka demo bakal lebih berasa dan lebih menyentuh
kalbu *tsaaaaah*
- Tim Perkap
Ini dia tim yang ngga kalah penting, penting banget malahan
*secara yang nulis masuk tim perkap, haha*. Tim Perkap juga sama kayak tim
kreatif, kerjanya saat sebelum demo. Nah, mereka tugasnya bikin property untuk
keperluan demo. Missal, bikin tulisan di spanduk atau kertas karton, menyiapkan
ikat kepala, dan gambar tokoh yang mau di demo. Hayo, kalo ngga ada tim perkap,
maka demo pasti akan terasa hambar. #tetep #pencitraan.
3. Temen-temen juga perlu tau, ternyata
di dalam unjuk rasa itu ada beberapa tradisi yang biasanya dilakukan loh,
nyanyi salah satunya. Dan lagu yang dinyanyiin itu ngga boleh sembarangan.
Jangan sampe, mentang-mentang lagi galau, lagu yang dinyanyiin itu malah
butiran debu, itu engga banget -____-. Di sini udah ada aturannya, dan katanya
sih di seluruh Indonesia juga gitu. Yang pertama, nyanyi lagu kebangsaan saat
pertama sampai. Abis itu, setelah diselingi beberapa narrator, nyanyi mars
mahasiswa. Nah, pas theatrical, kita nyanyi lagu darah juang. Oh ya, bahkan,
saat narrator mau maju mengeluarkan aspirasinya, ada yell-nya juga loh. Cuma
gini doang >> “Datang dari barat, datang dari timur maahasiswaaa”. Udah
gitu doang. Dan itu adalah bagian yell yang sangat saya suka *dikit doang
liriknya sih*
Nah, itu sekelumit tentang demo ya~
Maap-maap aja, namanya juga baru
simulasi, jadi mungkin informasinya ada yang kurang atau salah-salah gitu.
maapin ya? Maapin kan? Maapin dong?
Sekarang tinggal cerita, begimana
simulasi demo kemarin. Awalnya, kita (maga-ngers) agak pesimis mau tetep aksi
apa engga soalnya temen-temen yang ikut dikit banget. Tapi berhubung semangat
kita masih membara *jiaaaa* akhirnya kita tetep mau melaksanakan *sebenernya
tuntutan dari kakak-kakak BEM juga sih, haha*.
Tapi ngga papa, biarpun Cuma
segitu, tapi kita jadi tahu gimana sensasinya ikut unjuk rasa. Dan yang penting
biarpun Cuma
simulasi, tapi aspirasi yang kita keluarkan benar-benar dari hati!!
contoh poster
#saveKPK
habis demo, terbitlah ngeksis :D
tetep syemangat!! *biarpun cowoknya cuma segini*
hap! hap! hap! (^^)9
Salam,
HIDUP MAHASISWA!!!





0 komentar:
Posting Komentar