Follow Me on Twitter

Karena Kau Adalah Kata yang Tak Tersampaikan

Aku tidak pernah mencari siapapun, aku hanya mencari sesuatu yang akupun tidak mengerti. Bahkan ketika menemukanmu, aku tak pernah menyadari kaulah yang aku cari. Entahlah, aku tak pernah mengerti ketika mengenalmu adalah sebuah keharusan atau kebetulan. Bisa jadi, aku memang harus bertemu denganmu untuk belajar. Ya, belajar akan banyak hal yang belum pernah aku mengerti dan belajar akan hal-hal yang kukira memang tidak pernah ada, dan ternyata ada padamu. 


Aku mengenalmu, tapi aku tak mengerti kau ini siapa. Jika kau ingin kusebut ini sebagai pengandaian, aku tak tahu harus berandai-andai tentang apa. Jika memang bunga edelweiss adalah abadi, maka kau lebih dari itu meskipun kau tak abadi. Jika harimau itu kuat, maka kau lebih dari sekedar kuat. Bahkan, kau begitu kuat menghadapi banyak hal yang belum tentu orang lain bisa hadapi. Dan jika manusia adalah makhluk paling benar dengan ego yang besar, kukira aku belum pernah menemui manusia sepertimu yang begitu… ah, aku tak bisa katakan.


Aku tidak buta. Aku tahu segala kekuranganmu. Kekurangan yang lagi-lagi membuatku bertanya. Kau ini apa? Atau, kau ini siapa? Makhluk macam apa? Bodoh! Aku masih saja tak mengerti. Sesuatu yang bisa menggambarkanmu itu apa. Aku masih tertegun akan hal ini. jarang dan sangat jarang aku temui makhluk sepertimu. Karena kau adalah melody yang tak bertangga nada. Kau adalah suara yang bergema di ruang hampa. Dan karena kau adalah kata yang tak tersampaikan.


 :)
Baca SelengkapnyaKarena Kau Adalah Kata yang Tak Tersampaikan
Category: 0 komentar

Blogku Sayang, Blogku Malang

Ooomeeegoozzzzz!!!


Diaaaahhhh, sudah berapa dekade kamu ngga buka blog ini *bersih-bersih blog, banyak rayap*. Emang kelihatan banget labilnya, padahal dulu sudah janji bakal konsisten ngeblog meskipun ngga ada yang baca. Mungkin, kalau blog ini bisa ngomong, kemungkinan dia akan mengatakan hal seperti ini:


Blog: Diiahhh, pemilik blog macam apa kamu! Aku ditelantarkan! Akan aku laporkan kamu ke KPB!!!! Diah: KPB apaan? 
Blog: Komnas Perlindungan Blog *pegang spanduk* 
Diah: “……..” 


Oke, tahu deh si Diah emang korban tontonan demo BBM naik. Ngomongnya nglantur. Maklum lah kenapa lama ngga ngeblog. Sejak beberapa bulan lalu memang lagi persiapan Ujian Nasional, jadi jarang banget keluyuran di dunia maya, jadi wajar kan kalo jarang buka blog? Lagian juga ngga ada waktu buat posting gitu, padahal sih bejibun ide di otak #NgelesAjaSih #MalesNgetik.


Alhamdulilah, Ujian udah selesai. Seleksi Nasional Perguruan Tinggi Negeri juga udah, jadi sekarang adalah waktu yang tepat untuk balik jadi blogger amatiran (lagi). Ngga tau kenapa, setelah lama ngga buka blog malah jadi dapet pelajaran gini. Jadi, sebelum ngepost artikel ini, sempet juga sih ngecek blog dulu, takut aja kalo ada nyolong. Tapi ternyata, masih ada aja nih blog *elus-elus kepala blog*. Ngga Cuma itu sih, sempet flashback ke postingan-postingan dari jaman dulu. Dan ternyata, lagi-lagi labilnya kelihatan -___- . Agak malu juga sih, kok bisa dulu posting bahasanya “engga banget” yang dibahas juga “ngga penting-penting banget” (meskipun sampai sekarang emang masih ngga penting). Sebenarnya, yang paling bikin risih itu, diksi dan EYDnya *benerin kacamata*. Iya, emang hurufnya ngga GedE KeciL pLUs Kombin4sI 4n9ka, tapi pemilihan katanya itu ngga banget. Emang ngga harus baku, tapi intinya, engga banget. Iya, engga banget. 


Tadinya, sempet mikir untuk menghapus beberapa postingan yang “ngga banget” itu. Tapi, setelah dipikir-pikir *jarang-jarang Diah mikir* bukannya setiap orang itu pasti mengalami proses dan perubahan? Jadi, rasanya kalau postingan jaman awal-awal punya blog dihapus itu ngga etis. Rasanya sama aja kaya kita ngga menghargai karya sendiri. Meskipun itu bisa dibilang banyak sedikit ‘memalukan’. Tapi itulah proses. Ketika kita bisa tahu kalau sesuatu yang pernah kita lakukan itu buruk, berarti kita sudah maju satu tingkat lebih depan, right? Sehebat-hebatnya atlet lari, waktu dia lahir juga ngga langsung lari-lari keliling lapangan kali. Butuh waktu dan butuh proses untuk bisa duduk, berdiri, jalan, dan akhirnya lari. Nah, sekarang jadi sadar. Bahwa setiap detail proses yang sudah kita lewati harus bisa kita hargai, jangan asal nglupain gitu aja, dan bahkan pura-pura ngga pernah melakukan sesuatu yang ‘memalukan’ tadi. 


Oh blogku sayang, terimakasih sudah memberikan pelajaran berharga. Mulai sekarang, aku mau mencoba untuk bisa konsisten ngeblog, meskipun ngga ada yang baca. Ya, ngga peduli. Siapa yang tahu suatu saat tulisan-tulisanku bakal ngumpul jadi satu, terus terpampang di Bookstore dibagian buku best seller, muehehe, Amin…
Baca SelengkapnyaBlogku Sayang, Blogku Malang
Category: 1 komentar