Follow Me on Twitter

Cerdas dan Tangkas Berwawasan Luas

Cerdas dan tangkas berwawasan luas
Berbudaya berakhlak mulia
Siap selalu untuk berjuang
Menggapai masa depan
(sebait Mars SMA Negeri Jatilawang)


Siapapun yang mengaku sebagai warga SMA Negeri Jatilawang, pastilah sudah tak asing lagi dengan lagu di atas. Sebuah lagu yang tak hanya penuh semangat jika dinyanyikan, namun juga memiliki makna yang dalam jika kita kaji kalimat per kalimat. Dalam bait di atas disebutkan kalimat “siap selalu untuk berjuang menggapai masa depan” yang dalam sudut pandang saya sendiri itu berarti bahwa alumni SMANJA (red: SMA Negeri Jatilawang) sudah siap terjun dalam masyarakat dan berjuang untuk menggapai masa depannya. Benarkah?


Tentu saja, siap tidaknya seorang calon alumni tentu tak lepas dari peran sekolah itu sendiri. Meskipun prosentasi diri sendiri yang paling dominan dalam menentukan masa depan seseorang, namun tetap saja sekolah menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan. Pertanyaannya adalah benarkah sekolah sudah menjalankan peran dalam mempersiapkan siswa-siswinya untuk menggapai masa depan? Ataukah hanya sebatas mendorong siswa-siswinya untuk mencapai kata “lulus” saja?


Selama kurang lebih enam bulan saya menyandang status sebagai pelajar kelas XII, secara tidak langsung saya mengamati bagaimana peran serta sekolah dalam membimbing siswa kelas XII untuk menuju masa depannya. Sejauh yang saya perhatikan, perhatian sekolah hanya menitikberatkan pada kelulusan dengan nilai maksimal. Saya bangga akan hal ini, itu artinya sekolah memang benar-benar menginginkan siswa lulus dengan nilai yang memuaskan. Namun cukupkah perjuangan kami hanya dengan kata “lulus” saja? Ya, inilah yang masih saya pertanyakan. Pengarahan dan bimbingan mengenai bagaimana prospek dari siswa setelah lulus dari SMANJA nampaknya masih butuh perhatian. Memang, setiap seminggu sekali terdapat pelajaran Bimbingan Konseling meskipun hanya satu jam. Saya rasa itu kurang maksimal, lagipula yang saya dapatkan dalam satu jam itu hanyalah sebuah ajang promosi belaka. Untuk apa kami tahu mengenai Perguruan Tinggi x, program studi y, namun dalam kenyataannya pengetahuan kami masih sangat awam akan bagaimana prospek kerja, sesuai dengan minat dan bakat atau tidak, sungguh memprihatinkan.


Bahkan, dalam kalimat pertama dalam bait lagu di atas tertera bahwa “cerdas dan tangkas berwawasan luas.” Itu sudah menunjukkan bahwa alumni SMANJA adalah pribadi yang berwawasan luas. Namun saya berani menjamin, jika diadakan survey mengenai pengetahuan terhadap Perguruan Tinggi, masih banyak siswa yang kurang tahu bahkan tidak tahu samasekali mengenai Perguruan Tinggi. Contohnya saja mengenai bagaimana cara mendaftar di Perguruan Tinggi, apa saja jalur yang tersedia bagi siswa yang ingin melanjutkan studinya, apa saja pertimbangan dalam memilih jurusan dan persaingannya dengan siswa dari sekolah lainnya. saya yakin, mereka akan menjawab ragu dan kurang tahu.


Dalam opini saya, peran sekolah sejauh ini hanya sebatas ingin siswanya lulus dengan nilai maksimal, itu saja. Sepertinya, untuk masalah jenjang pendidikan di atasnya, sekolah enggan ikut campur dan mengarahkan dengan sebenar-benarnya. Sekolah hanya memberikan fasilitas seperti memberikan formulir universitas x tanpa memberi tahu lebih dalam mengenai seluk beluk Universitas tersebut. Lalu, bagaimana kami tidak bingung akan kemana setelah lulus nanti? Belum lagi jika ada yang tidak akan melanjutkan studinya, bagaimana sekolah membantunya?


Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada almamater. Saya hanya ingin berbagi apa yang saya rasakan selama menjadi siswa kelas XII. Jika ingin siswanya berwawasan luas dan siap untuk menggapai masa depan, saya rasa sekolah jangan hanya berorientasi pada kelulusan saja, tetapi juga perlu memperhatikan mengenai pengarahan dan bimbingan bagaimana prospek ke depan setelah lulus nanti.


Dari pelajar biasa,
Diah Harni Saputri, XII IPA 4
Baca SelengkapnyaCerdas dan Tangkas Berwawasan Luas
Category: 0 komentar

10:26-11:07

Selasa, 3 Januari 2012

10:26 p.m.


Mataku terpejam, tapi hatiku belum. Otakku pun masih bekerja di sisa waktu malam ini mengingat apa yang telah mereka katakan mengenai sebuah keputusan yang kuambil. Aku diam menatap langit-langit, mencoba merenung. Aku tau ini bukan masalah benar atau salahnya sebuah keputusan, tapi ini masalah siap atau tidaknya aku menerima sebuah resiko akan sebuah keputusan. Karena seperti yang dikatakan para pendaki, semakin tinggi kita mendaki gunung, maka semakin besar pula resiko untuk jatuh. Siapkah aku untuk jatuh?


Suasana malam ini begitu sunyi, hingga yang kudengar hanya suara detak jam dinding yang terus berputar. “tik tok tik tok” suara ini terdengar aneh buatku, dalam detaknya, ia seolah menyelipkan pertanyaan, “are you really with your decision?” aku tak bisa menjawab, aku diam. Hingga akhirnya hujan pun turun, aku tak tau mengapa ia datang, entah untuk menemaniku, atau untuk mengejekku karena aku yang tak bisa menjawab sebuah pertanyaan. Sial! Kedatangannya justru membuatku semakin galau. Ia datang tak begitu deras, namun terlihat permanen dan sepertinya ingin menetap lebih lama di sana. Tiap tetes yang dijatuhkannya pecah ketika menyentuh partikel apapun. Ribuan tetes yang pecah itulah yang menimbulkan suara, dan seakan bertanya “are you really with your decision?” lagi-lagi kudengar pertanyaan yang sama. Aku tak bisa menjawab, aku diam lagi.


Oh ayolah, aku tidak bisa menjawab ini, namun jam dinding dan hujan seakan bersahutan dan tak lelah untuk bertanya. Kupejamkan mata sekali lagi, berharap mimpi akan segera datang dan membawaku lenyap jauh dari ketidakpastian. Namun sia-sia, tubuhku masih bertahan untuk tetap berada di dunia nyata!

11:07 p.m.

Sayup-sayup hujan mulai terhenti. Mungkin ia lelah terus menerus melontarkan pertanyaan yang tak terjawabkan. Tapi aku tau, jam akan terus berdetak dan terus bertanya hingga kapanpun, meskipun hingga tak terdengar suara “tik tok tik tok” lagi, ia akan terus berjalan mengiringiku. Mungkin ia menunggu, jawaban apa yang aku akan lontarkan. Aku hanya bisa beralibi “hey, justru kaulah yang akan menjawab sendiri semua pertanyaanmu! Simpan pertanyaanmu baik-baik dan kau akan lihat sendiri bagaimana jawabannya 6 bulan lagi!”
Baca Selengkapnya10:26-11:07
Category: 0 komentar

Resolusi di Tahun 2012

Selamat tinggal 2011, selamat datang 2012

#np greenday-wake me up when December end (dengan sedikit perubahan judul)

Menurut peramal yang saya temui waktu itu, 2012 adalah tahun yang bagus, karena terdiri dari angka 20 dan 12. Mengapa? Karena angka 20 adalah angka genap setelah angka ganjil yaitu 19 dan 12 adalah angka genap setelah angka ganjil 11. Wow keren yaa? *engga ding, biasa aja, haha*. Selain itu, tahun 2012 juga tahun yang penuh dengan keberuntungan. Kenapa? Karena jika kita menjumlahkan angka 20 dan 12 akan menghasilkan angka 32, nah angka 3 jika ditambah 2 itu 5. Dan angka 5 adalah bulan kelahiran saya, haha, keren lagi kan? Oke, ini mulai random pemirsa -,- jangan percaya cerita di atas, karena selain musrik, itu juga tidak baik untuk kesehatan Anda.

Yak, terlepas dari bagaimana hebohnya prediksi para peramal mengenai peruntungan di tahun 2012, mari kita berbincang mengenai resolusi di tahun 2012. Emang resolusi itu apaan sih? Jangan Tanya, saya sendiri juga ngga tau, haha. Tapi coba deh kalo lagi ngomong, pake kata resolusi, itu keliatannya keren dan intelektual, haha xD. Oke balik lagi, semua orang pasti punya resolusi di tahun 2012 ini, tidak terkecuali saya, and those are the list:

1. Lulus UN (dengan nilai yang memuaskan)
Sebagai seorang pelajar tingkat akhir, pasti ngga Cuma saya yang punya resolusi ini, tapi semua siswa yang bakal ngrasain panas dinginnya bunder-bunderin lembar jawab UN juga punya resolusi yang sama. Yes hopefully I and all people who have same side can pass final examination and surely get the best result *ayo-ayo, ngga ada salahnya yang baca bilang Amin*

2. Masuk PTN/PTS sesuai keinginan
Sebagai seorang pelajar tingkat akhir *keliatan banget ngga kreatif, kata pengantarnya sama kaya di atasnya, haha* pasti punya prospek bagaimana kedepannya, ada yang mau kuliah, kerja, atau bahkan nikah whaha *langsung mbayangin*. Ngga beda jauh sama mereka, saya juga punya angan-angan yang sama, tapi yang diprioritaskan ya kuliah dulu, syukur sambil kerja *ayok bilang Amin lagi, hehe*. Semoga di tahun 2012 nanti bisa bertransisi dari siswa menjadi Mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri, eh tapi kalo memang Tuhan belum menghendaki, di Perguruan Tinggi Swasta pun ngga jadi masalah deh, toh perbedaannya ngga terlalu significant *sotoynya kumat XD*

#np westlife-I have a dream

3. Move on
Yeah, setelah mengalami kegalauan ini itu, kekecewaan, kesedihan, dan penyesalan karena keadaan lingkungan atau karena keinginan yang belum tercapai sudah saatnya move on cause we shouldn’t stagnant with this condition, musti bergerak, start acting despite “beginning is difficult” tapi kapan lagi kita bisa berubah kalo bukan kita sendiri *tsaaaahh ngomong apa sih?* saya juga ngga ngerti kesambet apa bisa ngomong gitu, haha.

#np saghy-I like to move it

4. Punya berat badan yang ideal -____-
Jangan dikira resolusi yang keempat ini main-main kawan. Akhir-akhir ini yang namanya berat badan itu jadi masalah yang serius *hehe, lebay* kenapa yaa? apa gara-gara berat badan Ibu semakin naik? Apa gara-gara charly keluar dari St-12? Apa gara-gara Norman Kamaru dipecat? Atau gara-gara Diki Chandra mengundurkan diri dari jabatannya sebagai wakil Bupati Garut?. Oh yaa, fikiran saya memang sudah terkontaminasi acara TV sampe ngomongnya nglantur gini =.= berharap di tahun 2012 nanti berat badan naik sampe 5 kg *Amin ya Alloh*

#np D’massive-kurus ini membunuhku

5. Semakin disayang keluarga dan orang-orang disekitar
Seperti kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, jadi apalah artinya 4 hal di atas tercapai kalo kita dibenci oleh banyak orang, nanti malah bikin kita down dan ngga termotivasi untuk melanjutkan hidup. Betul tidak? Betulll, tapi yang jadi masalah apa hubungannya pepatah di atas sama penjelasan Anda tadi??? tanyakan saja pada rumput yang bergoyang!

6. Ketemu abang Kudou Shinichi (yes, I’m freak )
Ya cukup! Jangan banyak bicara, saya tau Anda semua mau bilang saya gila, haha. Yes, I’m freak mamen! Mimpi itu kan gratis, ngga ada salahnya mimpi ketemu sama Shinichi kan? Hahahaha.

Last but not least, I just wanna say Happy New Year 2012

Ini resolusiku, apa resolusimu???
Baca SelengkapnyaResolusi di Tahun 2012
Category: 0 komentar