Cerdas dan tangkas berwawasan luas
Berbudaya berakhlak mulia
Siap selalu untuk berjuang
Menggapai masa depan
(sebait Mars SMA Negeri Jatilawang)
Siapapun yang mengaku sebagai warga SMA Negeri Jatilawang, pastilah sudah tak asing lagi dengan lagu di atas. Sebuah lagu yang tak hanya penuh semangat jika dinyanyikan, namun juga memiliki makna yang dalam jika kita kaji kalimat per kalimat. Dalam bait di atas disebutkan kalimat “siap selalu untuk berjuang menggapai masa depan” yang dalam sudut pandang saya sendiri itu berarti bahwa alumni SMANJA (red: SMA Negeri Jatilawang) sudah siap terjun dalam masyarakat dan berjuang untuk menggapai masa depannya. Benarkah?
Tentu saja, siap tidaknya seorang calon alumni tentu tak lepas dari peran sekolah itu sendiri. Meskipun prosentasi diri sendiri yang paling dominan dalam menentukan masa depan seseorang, namun tetap saja sekolah menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan. Pertanyaannya adalah benarkah sekolah sudah menjalankan peran dalam mempersiapkan siswa-siswinya untuk menggapai masa depan? Ataukah hanya sebatas mendorong siswa-siswinya untuk mencapai kata “lulus” saja?
Selama kurang lebih enam bulan saya menyandang status sebagai pelajar kelas XII, secara tidak langsung saya mengamati bagaimana peran serta sekolah dalam membimbing siswa kelas XII untuk menuju masa depannya. Sejauh yang saya perhatikan, perhatian sekolah hanya menitikberatkan pada kelulusan dengan nilai maksimal. Saya bangga akan hal ini, itu artinya sekolah memang benar-benar menginginkan siswa lulus dengan nilai yang memuaskan. Namun cukupkah perjuangan kami hanya dengan kata “lulus” saja? Ya, inilah yang masih saya pertanyakan. Pengarahan dan bimbingan mengenai bagaimana prospek dari siswa setelah lulus dari SMANJA nampaknya masih butuh perhatian. Memang, setiap seminggu sekali terdapat pelajaran Bimbingan Konseling meskipun hanya satu jam. Saya rasa itu kurang maksimal, lagipula yang saya dapatkan dalam satu jam itu hanyalah sebuah ajang promosi belaka. Untuk apa kami tahu mengenai Perguruan Tinggi x, program studi y, namun dalam kenyataannya pengetahuan kami masih sangat awam akan bagaimana prospek kerja, sesuai dengan minat dan bakat atau tidak, sungguh memprihatinkan.
Bahkan, dalam kalimat pertama dalam bait lagu di atas tertera bahwa “cerdas dan tangkas berwawasan luas.” Itu sudah menunjukkan bahwa alumni SMANJA adalah pribadi yang berwawasan luas. Namun saya berani menjamin, jika diadakan survey mengenai pengetahuan terhadap Perguruan Tinggi, masih banyak siswa yang kurang tahu bahkan tidak tahu samasekali mengenai Perguruan Tinggi. Contohnya saja mengenai bagaimana cara mendaftar di Perguruan Tinggi, apa saja jalur yang tersedia bagi siswa yang ingin melanjutkan studinya, apa saja pertimbangan dalam memilih jurusan dan persaingannya dengan siswa dari sekolah lainnya. saya yakin, mereka akan menjawab ragu dan kurang tahu.
Dalam opini saya, peran sekolah sejauh ini hanya sebatas ingin siswanya lulus dengan nilai maksimal, itu saja. Sepertinya, untuk masalah jenjang pendidikan di atasnya, sekolah enggan ikut campur dan mengarahkan dengan sebenar-benarnya. Sekolah hanya memberikan fasilitas seperti memberikan formulir universitas x tanpa memberi tahu lebih dalam mengenai seluk beluk Universitas tersebut. Lalu, bagaimana kami tidak bingung akan kemana setelah lulus nanti? Belum lagi jika ada yang tidak akan melanjutkan studinya, bagaimana sekolah membantunya?
Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada almamater. Saya hanya ingin berbagi apa yang saya rasakan selama menjadi siswa kelas XII. Jika ingin siswanya berwawasan luas dan siap untuk menggapai masa depan, saya rasa sekolah jangan hanya berorientasi pada kelulusan saja, tetapi juga perlu memperhatikan mengenai pengarahan dan bimbingan bagaimana prospek ke depan setelah lulus nanti.
Dari pelajar biasa,
Diah Harni Saputri, XII IPA 4
Baca Selengkapnya → Cerdas dan Tangkas Berwawasan Luas
Berbudaya berakhlak mulia
Siap selalu untuk berjuang
Menggapai masa depan
(sebait Mars SMA Negeri Jatilawang)
Siapapun yang mengaku sebagai warga SMA Negeri Jatilawang, pastilah sudah tak asing lagi dengan lagu di atas. Sebuah lagu yang tak hanya penuh semangat jika dinyanyikan, namun juga memiliki makna yang dalam jika kita kaji kalimat per kalimat. Dalam bait di atas disebutkan kalimat “siap selalu untuk berjuang menggapai masa depan” yang dalam sudut pandang saya sendiri itu berarti bahwa alumni SMANJA (red: SMA Negeri Jatilawang) sudah siap terjun dalam masyarakat dan berjuang untuk menggapai masa depannya. Benarkah?
Tentu saja, siap tidaknya seorang calon alumni tentu tak lepas dari peran sekolah itu sendiri. Meskipun prosentasi diri sendiri yang paling dominan dalam menentukan masa depan seseorang, namun tetap saja sekolah menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan. Pertanyaannya adalah benarkah sekolah sudah menjalankan peran dalam mempersiapkan siswa-siswinya untuk menggapai masa depan? Ataukah hanya sebatas mendorong siswa-siswinya untuk mencapai kata “lulus” saja?
Selama kurang lebih enam bulan saya menyandang status sebagai pelajar kelas XII, secara tidak langsung saya mengamati bagaimana peran serta sekolah dalam membimbing siswa kelas XII untuk menuju masa depannya. Sejauh yang saya perhatikan, perhatian sekolah hanya menitikberatkan pada kelulusan dengan nilai maksimal. Saya bangga akan hal ini, itu artinya sekolah memang benar-benar menginginkan siswa lulus dengan nilai yang memuaskan. Namun cukupkah perjuangan kami hanya dengan kata “lulus” saja? Ya, inilah yang masih saya pertanyakan. Pengarahan dan bimbingan mengenai bagaimana prospek dari siswa setelah lulus dari SMANJA nampaknya masih butuh perhatian. Memang, setiap seminggu sekali terdapat pelajaran Bimbingan Konseling meskipun hanya satu jam. Saya rasa itu kurang maksimal, lagipula yang saya dapatkan dalam satu jam itu hanyalah sebuah ajang promosi belaka. Untuk apa kami tahu mengenai Perguruan Tinggi x, program studi y, namun dalam kenyataannya pengetahuan kami masih sangat awam akan bagaimana prospek kerja, sesuai dengan minat dan bakat atau tidak, sungguh memprihatinkan.
Bahkan, dalam kalimat pertama dalam bait lagu di atas tertera bahwa “cerdas dan tangkas berwawasan luas.” Itu sudah menunjukkan bahwa alumni SMANJA adalah pribadi yang berwawasan luas. Namun saya berani menjamin, jika diadakan survey mengenai pengetahuan terhadap Perguruan Tinggi, masih banyak siswa yang kurang tahu bahkan tidak tahu samasekali mengenai Perguruan Tinggi. Contohnya saja mengenai bagaimana cara mendaftar di Perguruan Tinggi, apa saja jalur yang tersedia bagi siswa yang ingin melanjutkan studinya, apa saja pertimbangan dalam memilih jurusan dan persaingannya dengan siswa dari sekolah lainnya. saya yakin, mereka akan menjawab ragu dan kurang tahu.
Dalam opini saya, peran sekolah sejauh ini hanya sebatas ingin siswanya lulus dengan nilai maksimal, itu saja. Sepertinya, untuk masalah jenjang pendidikan di atasnya, sekolah enggan ikut campur dan mengarahkan dengan sebenar-benarnya. Sekolah hanya memberikan fasilitas seperti memberikan formulir universitas x tanpa memberi tahu lebih dalam mengenai seluk beluk Universitas tersebut. Lalu, bagaimana kami tidak bingung akan kemana setelah lulus nanti? Belum lagi jika ada yang tidak akan melanjutkan studinya, bagaimana sekolah membantunya?
Tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada almamater. Saya hanya ingin berbagi apa yang saya rasakan selama menjadi siswa kelas XII. Jika ingin siswanya berwawasan luas dan siap untuk menggapai masa depan, saya rasa sekolah jangan hanya berorientasi pada kelulusan saja, tetapi juga perlu memperhatikan mengenai pengarahan dan bimbingan bagaimana prospek ke depan setelah lulus nanti.
Dari pelajar biasa,
Diah Harni Saputri, XII IPA 4


