Dilihat dari judulnya, pantesnya
sih catatan ini berisi sebuah review film romance gitu. iya, berawal dari dua
orang (cowo & cewe) yang ngga sengaja tabrakan diperpustakaan sekolah,
terus bawaan yang mereka pegang berhamburan, dan USB salah satunya. Abis itu
mereka mau ngambil USB berbarengan, pandang-pandangan, senyum-senyuman, jadian,
tamat #TukangNontonFtv.
Baca Selengkapnya → From USB with (Love) Laugh
*emang USB apaan sih? Bukannya yang
ada di computer itu yaa?*
#bodo amat #terserah yang nulis.
Bukan, catatan ini bukan berisi
tentang review film, apalagi ceritanya pasaran banget kaya yang di atas. Ini
Cuma serpihan-serpihan memori tentang USB yang aku kumpulkan dengan susah payah
*ngomong apa sih*. Ngga mudeng ya? Sebenernya gini…
Jadi intinya, yaa gitu deh. Mudeng
kan?
*ini anak ngomong apa -___-*
SEJARAH NAMA USB
Sejarah nama USB ngga sembarangan.
Jadi nama ini diambil dengan metode “dadakanisasi” alias mendadak. Semua
berawal saat kite-kite mau buat nama community kelas, biar dibilang emmm… gaul
gitu. Iya, katanya kalau ngga punya nama community, itu kelas pasti dibilang
cupu abis. *kata siapa?* #KataFtv. Nah, kita-kita kan ngga mau dibilang cupu.
Atau lebih tepatnya, kita ngga ingin ke-cupu-an kita kelihatan *digebugin temen
sekelas*. Makanya, kita bareng-bareng (beberapa ding) berfikir nama apa yang
pas. Dan ini listnya:
- SEPATU GEMBEL (Sebelas Ipa Satu Gemar Belajar)
- SOSIS PANASS *sumpah lupa apa kepanjangannya* mmm…. Sedikit gimana gitu yaa -_-
- Electron (Element mmm, lupa, hehe)
- Lupa juga
- Lupa juga
- Dan lupa juga
Setelah diskusi yang entah seperti
apa suasana diskusinya (lupa) maka “electron” terpilih menjadi nama community
kelas, horee #sukuran #PotongNasiTumpeng. Nah, terus gimana bisa jadi USB?
Seingetku *Alhamdulilah inget, sujud sukur* waktu itu momennya pas kita mau
study tour. Kata Ftv (lagi) kalo missal mau study tour tapi ternyata kelas itu
ngga punya jaket seragam, kita bakal dibilang ngga gahoool. Bukan ngga gaul loh
ya, inget! Ngga gahool (harus ada sedikit penekanan ditenggorokan pas ngomong
ini). makanya, kita buru-buru deh mikir design jaket. Masih inget banget dulu
pilihan jaketnya itu ada yang warna orange, putih. Tapi jadinya malah abu-abu
ngga jelas gitu *ditimpuk jaket temen sekelas*. Nah, disetiap jaket itu seenggaknya
ada nama atau identitas kelas. Entah dari negeri antah brantah atau apa,
tiba-tiba nama “electron” diganti jadi USB. Katanya sih gara-gara nama ELECTRON
itu mmm… lupa *LUPA MULU WOY GIMANA MAU CERITA!!* #kalem kalem. Intinya ya
berhubungan sama film biru atau apa gitu, #NggaPernahNonton #Maap,AnakBaikBaik.
Karena alasan itu, jadilah seluruh warga kelas setuju untuk ganti nama jadi USB
a.k.a United Science First Bro and Sist, horee #sukuran #NggaPotongTumpeng
#DuitKasAbis. Dan sampai saat ini, nama yang melekat pada jiwa dan raga kita
adalah USB! Yeah! *tangan kanan dipundak, nyanyi mars USB*
NAMAMU HARIMAUMU
Terlepas dari bagaimana nama USB
bisa tercetuskan. Kini saatnya kita menelaah apa dan bagaimana warga USB itu.
Oke, dimulai dari nama. Tapi maaf, ngga semua, karena dulu masalah nama sudah
pernah dibahas sama bebeng di note fbnya. Yang ini beda, Cuma mau bahas nama
panggilan aja sih.
Sepertinya, jaman sekarang ini
semakin modern aja. Apa-apa serba instan. Jaman dulu, kalau kita pengin Tanya
kabar ke seseorang di tempat yang berbeda, kita harus ngirim surat. Paling
cepet, surat itu nyampe tiga hari. Itu juga baru nyampe. Nah, pas dibales,
nunggu minimal tiga hari juga. Jadilah sebulan kalau ada orang surat-suratan
mereka Cuma bisa balas-balasan surat selama empat kali. Berbeda dengan
sekarang, sekarang ini jamannya instan. Coba lihat aja, produk mie instan saat
ini semakin membludag, dengan demikian, kurva penawaran dan permintaan terhadap
mie instan ….. errr, ini kenapa malah bahas teori ekonomi neoklasik. Bukan,
bukan mau bahas mie instan #SalahFokus. Oke, balik lagi. Iya jaman modern kaya
sekarang ini sih, memang beda jauh banget sama yang dulu. Kalau dulu untuk
Tanya kabar aja butuh waktu seminggu untuk dapat balesan, kalau sekarang, ngga
sampe semenit kita udah bisa komunikasi dua arah dengan jarak jauh. Iya, semua
emang serba instan. Ini sesuatu banget yaa.
Ngga beda jauh sama perkembangan
komunikasi. Perkembangan penyampaian informasi juga semakin instan saja. 5
tahun lalu, kalau sms Tanya ‘jam berapa?’ kalau sekarang ‘jamber?’. Kalau dulu
‘cukup tau!’ kalau sekarang ‘cukstaw’. Kalau dulu ‘lagi apa’ yang sekarang
‘lapa’. Mungkin, karena semakin banyak singkatan-singkatan yang gahool ini,
temen-temen USB juga ngga mau ketinggalan. Dimulai dari Deka. Iya, si Deka ini
nama lengkapnya Dewi Kartikasari, tapi temen-temen panggil dia Deka. Terus si
Sewu. Jangan berfikiran kalau kepanjangannya ‘seperti awu’ bukan yaa -____-. Si
Sewu ini nama lengkapnya Septi Wulandari. Saking pengin gahoolnya, sempet
kepikiran untuk mengganti nama panggilan Diah menjadi Dihar (Diah Harni). Tapi
sepertinya, nama itu jadi terkesan horror banget -__-.
Beda lagi sama temen-temen USB yang
ini. mereka punya sejarah atas nama panggilan mereka. Misal si, Dita Maylani.
Dari dulu sebenarnya nama panggilannya itu Dita, tapi Cuma gara-gara pas kelas
satu dia sering banget latah ngomong ‘buluk’ jadilah panggilan dia ‘dita si
buluk’ atau yang sudah diperhalus menjadi ‘Dita si bulbul’. Ini anak emang
latah banget dulu, dan orangnya itu anarkis banget. Kalau missal lagi pada
duduk bareng sama dia, terus ada tanda-tanda dia mau ngakak. Demi keamanan,
mending menjauh deh, seenggaknya radius 2,5 meter. Atau kalau missal di situ
ngga memungkinkan untuk jaga jarak, ya bisalah bikin asuransi jiwa dulu gitu. soalnya
si buluk kalau ketawa bisa sambil mukulin orang, hahaha. Sadis. *ini anak, apa
tukang pukul*
Ada juga si Aci. Oh, jangan salah.
Itu nama aliasnya. Nama aslinya Singgih Pramudia Wardani. Dia dipanggil aci
gara-gara pas pelajaran apa gitu (lupa) *errrggg…. Ini anak lupa terus -_-* dia
ngga sengaja nyeletuk kata aci. Seisi kelas langsung pada ketawa, haha. Oke tau
ini garing. Aciaaannn. Tapi kalau yang baca ini ada di masa lampau dimana si
aci ini ngomong ‘aci’ pasti ketawa. Nah, jadilah mereka berdua tersohor dengan
nama ‘buluk’ dan ‘aci’ sampai ke pelosok negeri SMA.
IMERSION IS THE WORST WORD
Yap, Imersion class atau kelas
imersi adalah program kelas unggulan yang ada di SMA NEGERI JATILAWANG *ini
ngutip brosur*. Dan itu adalah kelas kita (re: USB). Salah satu programnya itu
hampir 75% Kegiatan Belajar Mengajar menggunakan bahasa inggris, #IniBohong.
Dan kelas kita itu adalah kelas yang diprogramkan untuk masuk jurusan IPA,
makanya kita ngga terpisahkan selama dua tahun. Tapi entah karena sekolah labil
atau apa, pas lagi kelas duabelas kita dipisah. Oh no! mamaa…. Aku ngga mau
pisah sama kaliaaaannn…. #nowplaying westlife-If
I let you go.
Oke balik lagi. Gara-gara nama
imersi ini, kelas kita jadi terkesan kaya terisolasi gitu deh. Bukan sih, bukan
salah siapa-siapa. Cuma gara-gara emang ngga pernah dipisah, kita-kita jarang
yang punya temen di luar kelas. Kasian *pukpuk USB*. Kita juga sering sih jadi
bahan kontroversi pihak guru dan kelas lain. Pernah gitu dulu dibilang ‘casing
blackberry isinya 3315!’. Yeah, it’s #JlebMoment. Tapi justru karena hal itu,
kita-kita jadi tambah deket. *Aaahhh peluk USB*. (ada dua kemungkinan kenapa
kita makin akrab, pertama karena memang masalah yang mempersatukan kita. Kedua,
karena emang ngga punya temen di kelas lain). Dan itu adalah salah satu alasan,
why immersion is the worst word that I had ever heard!
PENAMPAKAN!!!
Oke, it’s time to show on guys! Di
bawah ini adalah beberapa foto anak-anak USB loh, here we are:
usb edisi buber men!
bukan, mereka bukan boyband
endang mana endang *aku itu loh nomor dua dari kanan atas :p*
ini loh jaket kita yang... *ngga tega ngomong*
ultah bu emi :*
ultah bu emi tahun berikutnyaaahhh pemirsaaah :*
bali's vacation!
SOME WEIRD QUOTES -___-
Yaa ampun, ngga sadar. Ternyata ini
adalah posting terpanjang sepanjang sejarah per-blog-an si Diah Harni *standing
applause untuk diri sendiri*. Oke, ini terakhir. Di bawah ini ada beberapa
quotes dari anak-anak USB, tapi ngga semua. Lagian di sms pada ngga bales sih
-__-. Yuk cekiprot:
- Terserah elu mau pacaran sama siapa aja, yang penting nikahnya sama gue! Dita Maylani, 17 tahun, jiwa anarkis.
- Mending mikir negative daripada ngga mikir sama sekali! Fitria Utami, 17 tahun, tukang galau sedunia.
- Mending galau daripada ngga pernah galau! Dewi Kartikasari, 18 tahun, sedikit maksa.
- Orang yang bisa membuatmu kecewa, adalah orang bisa membuatmu bahagia! Ulfi Wakhyuni, 18 tahun, limited edition.
- Terserah elu sekarang mau sapa siapa, yang jelas di sini gue megang predikat sebagai cinta pertama dan pacar pertama elu! Belynda Surya, 17 tahun, dari hati banget.
- Sekarang boleh gue diperbudak sama yang namanya ‘matematika’ tapi liat aja, suatu saat nanti ‘matematika’ bakal tunduk ampun sama gue! Belynda Surya, 17 tahun, the next Mario Teguh.
- Orang bijak, taat pajak! Diah Harni, 18 tahun, biasa banget. KEPO-ers.
Yeah! Akhirnyaaaa…
Oke, segini dulu postingnya.
Posting ini sengaja dibuat Cuma untuk mengingat moment-moment bersama kalian
guys *nangis Bombay*. Semoga suatu saat, bisa ketemu dalam keadaan sukses, dan
kita bisa cerita masa-masa SMA kita saat itu :*
.jpg)

