Selasa, 3 Januari 2012
10:26 p.m.
Mataku terpejam, tapi hatiku belum. Otakku pun masih bekerja di sisa waktu malam ini mengingat apa yang telah mereka katakan mengenai sebuah keputusan yang kuambil. Aku diam menatap langit-langit, mencoba merenung. Aku tau ini bukan masalah benar atau salahnya sebuah keputusan, tapi ini masalah siap atau tidaknya aku menerima sebuah resiko akan sebuah keputusan. Karena seperti yang dikatakan para pendaki, semakin tinggi kita mendaki gunung, maka semakin besar pula resiko untuk jatuh. Siapkah aku untuk jatuh?
Suasana malam ini begitu sunyi, hingga yang kudengar hanya suara detak jam dinding yang terus berputar. “tik tok tik tok” suara ini terdengar aneh buatku, dalam detaknya, ia seolah menyelipkan pertanyaan, “are you really with your decision?” aku tak bisa menjawab, aku diam. Hingga akhirnya hujan pun turun, aku tak tau mengapa ia datang, entah untuk menemaniku, atau untuk mengejekku karena aku yang tak bisa menjawab sebuah pertanyaan. Sial! Kedatangannya justru membuatku semakin galau. Ia datang tak begitu deras, namun terlihat permanen dan sepertinya ingin menetap lebih lama di sana. Tiap tetes yang dijatuhkannya pecah ketika menyentuh partikel apapun. Ribuan tetes yang pecah itulah yang menimbulkan suara, dan seakan bertanya “are you really with your decision?” lagi-lagi kudengar pertanyaan yang sama. Aku tak bisa menjawab, aku diam lagi.
Oh ayolah, aku tidak bisa menjawab ini, namun jam dinding dan hujan seakan bersahutan dan tak lelah untuk bertanya. Kupejamkan mata sekali lagi, berharap mimpi akan segera datang dan membawaku lenyap jauh dari ketidakpastian. Namun sia-sia, tubuhku masih bertahan untuk tetap berada di dunia nyata!
11:07 p.m.
Sayup-sayup hujan mulai terhenti. Mungkin ia lelah terus menerus melontarkan pertanyaan yang tak terjawabkan. Tapi aku tau, jam akan terus berdetak dan terus bertanya hingga kapanpun, meskipun hingga tak terdengar suara “tik tok tik tok” lagi, ia akan terus berjalan mengiringiku. Mungkin ia menunggu, jawaban apa yang aku akan lontarkan. Aku hanya bisa beralibi “hey, justru kaulah yang akan menjawab sendiri semua pertanyaanmu! Simpan pertanyaanmu baik-baik dan kau akan lihat sendiri bagaimana jawabannya 6 bulan lagi!”
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar